Rabu, 29 Juli 2026
|
LORONGNEWS

Berkabar Berdaya Berdampak

IKLAN HEADER (728x90)

PASANG IKLAN PREMIUM DI SINI

Letakkan iklan Google AdSense Anda atau iklan sponsor berbayar.

Hubungi Sales

LITERASI DARI SALAKA: MONITORING AWAL KKN UNIVERSITAS HASANUDDIN JADI LANGKAH AWAL PENGABDIAN UNTUK NEGERI

Bang Maman

Jurnalis Lorong News

Baca: 4 Menit 15 views Juli 14, 2026
IKLAN ATAS ARTIKEL

RUANG SPONSOR UTAMA

Kampuslorong, Makassar – Universitas Hasanuddin (UNHAS) resmi memulai rangkaian pengabdian masyarakat melalui kegiatan Monitoring Awal Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tahun 2026 di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan program kerja mahasiswa selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah setempat.

Monitoring dipimpin langsung oleh Dosen Pendamping KKN, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., yang membina dua posko, yakni Posko Salaka 1 dan Posko Salaka 2. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil observasi lapangan, memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, serta mendiskusikan program-program pemberdayaan yang akan dilaksanakan selama masa KKN.

Menurut Dr. Sumarlin Rengko HR, KKN merupakan ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat.

“Mahasiswa tidak datang sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang siap mendengar, memahami, dan bertumbuh bersama masyarakat. Pengabdian yang baik lahir dari dialog, bukan dari asumsi. Karena itu, setiap program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari dampak positif yang mampu dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

Sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam dua posko KKN berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari hukum, teknik, kesehatan, pertanian, kelautan, hingga ilmu sosial. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan inovasi serta solusi yang komprehensif bagi masyarakat Kelurahan Salaka.

Posko Salaka 1 dipimpin oleh Rhesa Ardiyanto (Fakultas Hukum) sebagai Koordinator Desa, didampingi Yesaya Imanuel Arung Langi (Sekretaris), Andi Siti Raodahtul Jannah (Bendahara), Humairah (Koordinator Humas), Fildza Siirinnabila Rusdy (Publikasi dan Dokumentasi), serta Dave Albert Valerian Kawer (Koordinator Logistik).

Baca Juga  ADPAKI Genap Lima Tahun, Tegaskan Pendidikan Antikorupsi sebagai Fondasi Generasi Berintegritas

Sementara Posko Salaka 2 terdiri atas Muhammad Ariel Guevara Harly, Abdillah Khafif, Titan Salfasaj, Nur Aulia, Margalina Koto, dan Delia Apriliawati, yang berasal dari berbagai rumpun keilmuan dan akan berkolaborasi dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat.

Pada pelaksanaan KKN tahun ini, kedua posko mengusung literasi sebagai tema utama pengabdian. Program tersebut dipilih sebagai upaya memperkuat budaya membaca, meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, serta mendorong lahirnya ruang-ruang belajar yang lebih aktif di lingkungan Kelurahan Salaka.

Berbagai kegiatan telah disiapkan, di antaranya Gerakan Literasi Masyarakat, Kunjungan Literasi ke Sekolah, Pembelajaran Membaca yang Menyenangkan, Pelatihan Menulis Kreatif, Diskusi Buku, hingga pengembangan proyek berbasis literasi yang melibatkan anak-anak, remaja, guru, dan masyarakat umum.

Selain program utama tersebut, mahasiswa juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi dengan pemerintah kelurahan. Seluruh program diarahkan agar sesuai dengan potensi lokal sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Koordinator Posko Salaka 1, Rhesa Ardiyanto, mengatakan bahwa seluruh mahasiswa berkomitmen menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat.

“Kami ingin hadir bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami percaya keberhasilan KKN lahir dari kebersamaan. Karena itu, seluruh kegiatan akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah kelurahan, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.”

Senada dengan itu, perwakilan Posko Salaka 2, Muhammad Ariel Guevara Harly, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Kelurahan Salaka merupakan kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus belajar dari pengalaman hidup masyarakat.

“Kami datang membawa ilmu dari kampus, tetapi kami juga datang untuk belajar dari masyarakat. Kami berharap seluruh program yang kami jalankan mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya, terutama melalui penguatan budaya literasi.”

Baca Juga  MENYALAKAN CAHAYA DARI LAGURUDA: JEJAK PENGABDIAN MAHASISWA KKN UNIVERSITAS HASANUDDIN UNTUK DESA LITERASI

Monitoring awal ini menjadi fondasi penting sebelum seluruh program pengabdian dijalankan. Melalui proses tersebut, mahasiswa tidak hanya mematangkan rencana kerja, tetapi juga membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah kelurahan serta masyarakat.

Selama masa KKN, Kelurahan Salaka akan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin. Dari sekolah, balai pertemuan, rumah warga, hingga sudut-sudut kampung, mereka akan menanamkan semangat literasi, memperkuat potensi lokal, dan menumbuhkan budaya gotong royong.