Kamis, 11 Juni 2026
|
IKLAN HEADER (728x90)

PASANG IKLAN PREMIUM DI SINI

Letakkan iklan Google AdSense Anda atau iklan sponsor berbayar.

Hubungi Sales

FOUNDER K-APEL SERAHKAN BUKU TUTUR SANG GURU KEPADA WAKIL BUPATI MANOKWARI DI MAKASSAR

Bang Maman

Jurnalis Lorong News

Baca: 2 Menit 110 views Juni 8, 2026
IKLAN ATAS ARTIKEL

RUANG SPONSOR UTAMA

KAMPUSlORONG.COM, Makassar – Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, menyerahkan buku berjudul Tutur Sang Guru Ust. Surya Darma, Lc kepada Wakil Bupati Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Mugiono, S.Hut., M.Ling. Penyerahan buku tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Makassar pada Jumat (5/6/2026).

Momentum penyerahan buku tersebut tidak pernah ada dalam rencana namun pas ketemu wakil bupati Manokwari dalam sebuah agenda di hotel dan kebetulan baku kenal karena sama-sama dari papua.

Kepada media ini, Rahman Rumaday menjelaskan bahwa buku “Tutur Sang Guru Ust. Surya Darma, Lc” terdiri atas tiga bagian utama. Bagian pertama berjudul Tutur Sang Guru. Bagian kedua mengangkat sosok Ust. Hilmi Aminuddin. Sementara bagian ketiga, Pandangan Sang Guru,

Pria yang akrab disapa Bang Maman itu menuturkan bahwa proses lahirnya buku ini memiliki cerita yang unik. Ia mengungkapkan bahwa buku tersebut bukan lahir dari ruang kerja seorang penulis profesional yang penuh kesunyian, melainkan dari kumpulan percakapan sederhana yang tersebar di grup WhatsApp.

“Buku ini lahir bukan dari ruang sunyi seorang penulis profesional, melainkan dari serpihan-serpihan percakapan di grup WhatsApp yang saya pungut semenjak tahun 2025 dan Alhamdulillah dapat terbit pada tahun 2026. Kalimat-kalimat ringan yang awalnya hanya lewat di layar gawai, ternyata menyimpan kedalaman makna, nilai kehidupan, dan cara pandang yang layak untuk diabadikan, ujar Bang Maman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak pesan yang terkandung dalam percakapan-percakapan tersebut memiliki kekuatan untuk membangun optimisme, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, ia merasa penting untuk merangkumnya dalam bentuk buku agar dapat dinikmati oleh siapa saja yang lebih luas. Pungkas pria berkacamata tebal penulis buku “Maharku Pedang dan Kain Kafan”

Baca Juga  BUKU TUTUR SANG GURU : WARISAN TARBIYAH DALAM GENGGAMAN