KampusLorong, Makassar- Asosiasi Dosen Pendidikan Antikorupsi Indonesia (ADPAKI) memperingati hari jadinya yang kelima pada Minggu (5/7/2026). Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan organisasi dalam memperkuat pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi sekaligus menegaskan komitmennya membangun generasi bangsa yang berintegritas melalui dunia pendidikan.
Dalam pidato peringatan HUT ke-5 ADPAKI, Ketua Umum ADPAKI, Andi Ruhban, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, penindakan bertujuan memberikan efek jera, sementara perbaikan sistem menjadi langkah pencegahan. Namun, pendidikan antikorupsi merupakan strategi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi yang tidak memiliki keinginan melakukan korupsi.
“Memberantas korupsi tidak hanya dengan membuat pelaku takut, tetapi juga membangun generasi yang tidak mau melakukan korupsi melalui pendidikan,” ujar Andi Ruhban.
ADPAKI yang berdiri pada 5 Juli 2021 dengan cikal bakal Squad Nine Integritas kini telah memasuki usia lima tahun. Selama periode tersebut, organisasi terus menghimpun dosen pendidikan antikorupsi dari berbagai perguruan tinggi negeri, swasta, maupun perguruan tinggi di bawah kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia.
Dalam peringatan hari jadinya, ADPAKI kembali membacakan Maklumat Deklarasi sebagai penegasan komitmen organisasi untuk menjadi wadah profesional para dosen pendidikan antikorupsi dalam membangun budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi.
Andi Ruhban juga menegaskan bahwa ADPAKI akan terus mengawal implementasi Permenristekdikti Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi serta Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik.
Memasuki usia kelima, ADPAKI telah memperluas jejaring hingga berbagai wilayah Nusantara melalui kolaborasi dengan dosen-dosen pendidikan antikorupsi dari berbagai perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi pendidikan antikorupsi sekaligus melahirkan lulusan yang berintegritas, jujur, dan bebas dari budaya korupsi.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan antikorupsi akan terlihat ketika kampus mampu menghasilkan alumni yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter amanah dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Akademisi dari Berbagai Perguruan Tinggi Hadir
Peringatan HUT ke-5 ADPAKI turut dihadiri para dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang selama ini berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan antikorupsi, yaitu:
- Gandjar Laksmana B., S.H., M.H. – Universitas Indonesia, Jakarta.
- Prof. Dr. Eko Handoyo, M.Si. – Universitas Negeri Semarang.
- Prof. Dr. Natelda R. Timisela, SP., MP. – Universitas Pattimura, Maluku.
- Ir. H. Riadi Budiman, ST., MT., M.Pd., IPM., ASEAN Eng. – Universitas Tanjungpura, Pontianak.
- Dr. Dra. Herlina Tarigan, MPPM – Universitas Pertahanan RI.
- Dr. Marcella Elwina Simandjuntak, S.H., C.N., M.Hum. – Universitas Katolik Soegijapranata.
- Dr. Agus M. Karsona, S.H., M.H. – Universitas Padjadjaran.
- Dr. Evi Sofia, S.E., MBA – Universitas Pertamina.
- Dr. Ida Sugiarti, S.Kep., Ners., M.H.Kes. – Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
- Junaedy, S.E., M.Si., CP., NNLP., CF.Tax – Universitas YAPIS Papua.
- Fe Muhammad Muzahab Badar Ar, M.Pd. – STIT Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat.
- Asthadi Mahendra Bhandesa, S.Pd.H., M.Pd.H. – Institut Teknologi dan Kesehatan Bali.
- Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.P. – Universitas Negeri Makassar.
- Prof. Dr. Suyato, M.Pd. – Universitas Negeri Yogyakarta.
- Rosadi Jamani, S.Ag., M.Si. – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat.
- Muhammad Sahlan Ramadhan Solichin, S.H., M.H. – Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Jakarta.
- Dr. Yuni Kusmiyati, SST., MPH. – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
- Prof. Drs. Wahyuddin Halim, M.A., M.A., Ph.D. – UIN Alauddin Makassar.
- Asriana Issa Sofia, M.A. – Universitas Paramadina.
- Dr. Romie O. Bura – Universitas Pertahanan RI.
- Dr. Indah Sri Utari – Universitas Negeri Semarang.
- Indro Subagyo, SKM., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Palu.
- Adrian Azhar Wijanarko, M.M. – Universitas Paramadina.
- Nilawati, SST., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Aceh.
- Prof. Heru Susetyo, S.H., AP., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D. – Universitas Indonesia.
- Dr. Fira Mubayyinah, S.Hi., M.H. – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
- Prof. Dr. Hendrik, S.H., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Makassar.
- Kurniawan, M.A. – Universitas Muhammadiyah Jakarta.
- Apt. Zamharira Muslim, M.Farm. – Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
- Muhammad Faizal, S.H., M.H. – Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjungpinang.
- Dr. Maria Loihala, S.ST., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Sorong.
- Dr. Nang Randu Utama, S.Pd., M.A. – Poltekkes Kemenkes Palangkaraya.
- Asmawati Gasma, SKM., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Makassar.
- Lisma Ningsih, SKM., MKM. – Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
- Yohanis A. Tomastola, SST., M.P.H. – Poltekkes Kemenkes Manado.
- Dr. Ashriady, SKM., M.Kes. – Poltekkes Kemenkes Mamuju.
- Aista Wisnu Putra, S.H., M.H. – Universitas Diponegoro.
Menutup pidatonya, Ketua Umum ADPAKI menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan akademisi yang telah bersinergi membangun pendidikan antikorupsi di Indonesia. Ia berharap kampus-kampus di Indonesia menjadi ruang lahirnya generasi yang berintegritas sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, melayani rakyat, dan berorientasi pada kesejahteraan bangsa.