Takalar – Komitmen membangun budaya literasi di kawasan wisata terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, secara simbolis menyerahkan salah satu karya bukunya kepada Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar, Sumarlin, S.Pd., M.Si, di Kosuka Coffee Senja, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (25/7/2026).
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol dukungan terhadap rencana menghadirkan ruang baca di kawasan depan Kosuka Coffee Senja yang berada di pesisir Pantai Galesong. Gagasan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan konsep wisata dengan penguatan budaya literasi, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam senja di pantai, tetapi juga memiliki ruang untuk membaca, berdiskusi, dan memperluas wawasan.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar, Sumarlin, S.Pd., M.Si, yang juga merupakan Owner Kosuka Coffee Senja, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran ruang baca di kawasan Kosuka Coffee Senja akan memberikan nilai tambah bagi destinasi sekaligus menjadi daya tarik baru yang mengedepankan aspek edukasi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif inj. Ruang baca di kawasan wisata ini bukan hanya memperkaya pengalaman pengunjung, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. Ke depan, kami berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata literasi yang memberi manfaat bagi semua kalangan,” ujar Sumarlin.
Sementara itu, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, mengatakan bahwa penyerahan buku tersebut merupakan simbol dimulainya dukungan atas keinginan pemilik Kosuka Coffee Senja dalam menghadirkan ruang literasi yang terbuka bagi masyarakat dan pengunjung.
“Literasi tidak harus hadir di ruang-ruang formal. Pantai, kafe, dan ruang publik lainnya juga dapat menjadi tempat bertumbuhnya budaya membaca. Kami berharap ruang baca di Kosuka Coffee Senja nantinya menjadi tempat yang mempertemukan keindahan alam, secangkir kopi, dan semangat mencerdaskan masyarakat melalui buku,” ungkap Rahman Rumaday.
Ia menambahkan bahwa konsep wisata literasi merupakan upaya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, di mana rekreasi dapat berjalan beriringan dengan edukasi. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas literasi, kawasan Pantai Galesong diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya akan nilai pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya berbagai program literasi lainnya di kawasan wisata Kabupaten Takalar, sehingga budaya membaca dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang bermakna.